Customs Cycling Indonesia (CCI) Fokus Pembinaan Pembalap Sepeda
Wdnsdy - July 26, 2019

Sudah lama Customs Cycling Club (CCC) eksis di dunia balap sepeda. Sejak 2003, klub ini konsisten melakukan pembinaan terhadap anak-anak muda untuk dilatih menjadi pembalap sepeda kelas nasional maupun internasional.

"Kami ingin mendidik dan membina anak muda Indonesia agar tidak jatuh ke dalam narkoba dan bisa mengharumkan nama Indonesia lewat jalur balap sepeda," buka Mohammad Ircham, manager tim CCC. Mewujudkan misi pembinaan itu, dia bersama Sofyan Permana (pembina CCC) rutin mengikutsertakan tim CCC dalam lomba balap sepeda. Sehingga program pembinaan pembalap bisa memiliki “panggung” untuk mengukur kemampuan dan mengasah mental.

Mereka juga menggelar balap sepeda bernama Lomba Customs Cycling (LCC) Series secara konsisten sejak 2010. Tak jarang, tim asal negeri jiran, Malaysia ikut serta di LCC Series. “Tahun 2019, LCC bakal digelar tiga seri yaitu di Gunung Kidul, Jogjakarta, lalu di Purworejo, dan di Lombok,” bilang Mohammad Ircham. 

Tim CCI saat mengikuti Tour de Langkawi 2019.

Banyak pembalap binaan CCC berhasil mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional. “Seperti Edi Purnomo yang meraih medali perak di ajang Sea Games 2005 dan Hendra Wijaya yang berhasil meraih medali emas di kategori road beregu Sea Games 2011,” bangga Mohammad Ircham.

Peringkat 2 General Classification Tour de Indonesia 2018.

Pembalap generasi baru binaan CCC juga berhasil mengharumkan nama Indonesia. Sebut saja Heksa Pria Prasetiya yang berhasil menyabet medali perunggu di World Tour Criterium Australia. Juga ada Maruli yang berhasil menduduki podium pertama Stage 6 Tour de Indonesia 2011. Dan Parno adalah juara umum Tour de Indonesia 2011.

Peringkat 3 General Classification Team 2.2 UCI Tour de Selangor 2017.

Berjalannya waktu, Mohammad Ircham, Sofyan Permana, dan Samai Amari (pelatih tim CCC) sepakat CCC harus menjadi tim berstatus UCI Continental di tahun 2018. “Untuk itu nama tim sedikit berubah menjadi Customs Cycling Indonesia (CCI),” tukas Mohammad Ircham.

Dengan status baru ini, tim CCI berhak mengikuti even yang tercantum di kalender internasional UCI. Dalam waktu dekat, jadwal balap luar negeri adalah Tour de DMZ 2019 di Korea, Tour of Xingtai 2019 di Tiongkok, dan Jelajah Malaysia 2019. Tim CCI juga mengikuti lomba terbesar di Asia Tenggara, Tour de Langkawi di Malaysia 2019.

Sign on di Tour de Langkawi Malaysia 2019.

Agar memperoleh hasil maksimal, seluruh pembalap tim CCI diberi program latihan oleh Samai Amari, pelatih tim CCI yang sekaligus mantan bintang balap nasional. Program latihan endurance, strength endurance, dan speed yang diterapkan oleh Samai berbuah manis. Tanggal 14 Juli 2019 lalu, pembalap binaan tim CCI yakni Yosandy Darmawan Oetomo berhasil menjadi juara 1 Pra-PON di kategori Men Elite Criterium.

Yosandy Darmawan Oetomo, juara 1 Pra-PON di kategori Men Elite Criterium.

“Yosandy tampil di Pra-PON membawa nama Jawa Timur. Satu lagi pembalap binaan CCI yakni Rizky Fadila yang membawa nama Kaltim berhasil menjadi juara satu kategori Individual Road Race Pra-PON di Lubuklinggau, Sumatera Selatan itu,” bangga Samai.

Rizki Fadila, juara 1 Pra-PON di kategori Men Elite Road Race. 

Saat ini, tim CCI mendapatkan support penuh dari Wdnsdy Bike, Le Minerale, Ikedo, Advan, dan Jiang Fa. “Sebagai tim balap, kami ingin bisa menaikkan kualitas dan gengsi pembalap nasional Indonesia,” tutup Mohammad Ircham. (mainsepeda)